REM PROJECT INITIATIVE



Proposal Kegiatan Usaha
Bimbingan Belajar

“REM PROJECT”

Nama Anggota :
Merry Theovany Sangari 18021106022
Edward Jehezkiel Wowor 18021106024
Rheza Timothy Tedjo 18021106035

  





BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat maka semakin meningkat pula kebutuhan mereka. Di era globalisasi ini manusia dituntut memiliki sumber daya yang berkualitas agar bisa bersaing dengan manusia lainnya sehingga dapat bertahan hidup dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Dalam hal ini kebutuhan hidup manusia yaitu, meliputi pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat pula terutama di negara berkembang. Salah satunya di Indonesia, pemenuhan kebutuhan pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Pendidikan sangat berperan penting untuk mengurangi kebodohan, meningkatkan potensi-potensi siswa didik, serta membentuk perilaku yang baik di masyarakat.
Ada dua jenis pendidikan yang dikenal di Indonesia, yaitu pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi/Universitas) dan pendidikan non formal (seperti kursus komputer, les Bahasa Inggris, maupun kegiatan beladiri). Pendidikan formal sudah jelas tujuannya untuk mendapatkan gelar kelulusan. Tetapi, Masyarakat cenderung mencari pendidikan alternatif selain pendidikan reguler seperti sekolah dan lembaga pendidikan formal lainnya. Sekolah dan pendidikan formal dianggap tidak cukup memberikan bekal pendidikan bagi masa depan. Untuk itu lembaga kursus menjadi salah satu alternatif yang dipilih masyarakat untuk lebih menggali potensi yang dimiliki siswa didik, memperkaya ilmu dan memberikan pelajaran yang tidak sepenuhnya didapat anak didik dari sekolah.
Mengenai permasalahan di atas, maka kami tertarik untuk melakukan studi kelayakan usaha dalam bidang jasa pendidikan. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk anak didik kami dengan biaya yang terjangkau untuk semua kalangan. Atau dengan kata lain, lembaga ini dapat memenuhi kebutuhan pendidikan setiap peserta didik tanpa menitik beratkan biaya yang menjadi beban para orangtua peserta didik.

2.      Tujuan
a.       Tujuan Umum :
-          mempersiapkan generasi yang cerdas dan mampu menjawab tuntutan jaman
-          mempersiapkan generasi berikutnya di bidang teknologi informatika
Tujuan Khusus :
-          menambah wawasan generasi muda dalam membuat program; dan
-          dapat menyesuaikan dengan tuntutan jaman dalam bidang IT.




3.      Usaha Yang Akan dikembangkan
Dalam penulisan studi kelayakan usaha ini, kami bertujuan merealisasikan dan mengembangkan usaha yang akan kami jalankan. Adapun bentuk usaha yang akan kami jalankan adalah berupa perusahaan jasa yang bergerak di bidang lembaga bimbingan belajar (kursus) Bahasa Pemrograman Komputer.

4.      Penyelenggara
Lembaga ini didirikan dan diselenggarakan oleh 3 orang individu yang mempunyai keinginan untuk memulai usaha terinspirasi dari mata kuliah kami Kewirausahaan yang didimbing oleh Mner Yaulie Deo Y. Rindengan, ST, MSc, MM.


Direktur : Edward Jehezkiel Wowor



General Manajer : Merry Theovany Sangari


Manajer Station : Rheza Timothy Tedjo


5.      Tempat Penyelengaraan
Lembaga ini melaksanakan kegiatannya di daerah sekitar wilayah Bahu-Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Nomor Telepon +62 853-9769-5024.

6.      Sasaran
Program-program dalam bimbingan belajar ini dibuka khusus untuk Siswa SMA-Sederajat yang ingin memiliki kemampuan ataupun keahlian di bidang komputer dengan cepat dan mudah. Baik bagi pemula maupun yang sudah pernah kursus. Dengan metode pengajaran yang begitu mudah, praktis, tidak teoritis dan menarik.

7.      Analisis Pesaing
a.       Pesaing
Adanya lembaga-lembaga bimbel ternama atau yang terlahir lebih dahulu, dalam melakukan kegiatan bimbel di bidang IT.
b.      Resiko dan Hambatan
-          Kurangnya peminat karena materi bimbel yang ditawarkan masih jarang di temui.
-          Kurangnya fasilitas untuk mendukung jalannya praktek yang dilakukan.
Hambatan ini dapat diminimalisir dengan melakukan sosialisasi di berbagai SMA disekitar kota Manado sehingga dapat menumbuhkan minat dari siswa-siswa SMA di kota Manado.

BAB II
DESKRIPSI KELAYAKAN ASPEK
A.    Aspek Pemasaran
Dalam bagian ini kami menawarkan bimbingan belajar Bahasa Pemrograman Komputer ang akan kami realisasikan dan kembangkan. Program dalam bimbingan belajar ini sengaja dibuka untuk siswa SMA-Sederajat yang ingin memiliki kemampuan ataupun keahlian di bidang komputer dengan cepat dan mudah.
Semua pertemuan dilakukan dalam durasi 2 kali dalam seminggu dengan biaya sebesar Rp. 20.000,00-/Peserta didik dan dibayarkan setiap minggu.

            Perkiraan Pendapatan Usaha
            Dalam perhitungan perkiraan pendapatan usaha, kami hanya memperkirakan hitungan kasar saja. Sebab kami tidak dapat memprediksi secara akurat pendapatan yang dapat kami terima, namun tingkat kepercayaan untuk hitungan ini mencapai 90%. Dalam teori research methodology tingkat kepercayaan mencapai 90% sudah dibilang cukup.
           
Biaya mingguan bimbingan belajar    =  Rp. 20.000
            Biaya Rata-Rata per minggu Rp. 20.000 dengan daya tampung 20 siswa maka:
            Rp. 20.000 x 20 = Rp. 400.000
            Dalam 1 bulan maka pendapatan yang dapat dihasilkan adalah sebanyak
            Rp. 400.000 x 4 minggu = Rp. 1.600.000

BAB III
KESIMPULAN
Dalam bab ini akan kami utarakan kesimpulan dari permasalahan studi kelayakan yang kami lakukan yaitu:
-          Bimbingan Belajar Bahasa Pemrograman komputer yang kompeten diharapkan anak didik bisa menjadi IT yang handal. Untuk itu, proses pembelajaran kami lebih condong pada praktek bukan teoritis.
-          Manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar adalah dapat meningkatkan prestasi belajar putra – putrinya dalam bidang IT.
Jadi, berdasarkan hasil studi kelayakan yang kami bahas di atas maka dapat disimpulkan bahwa usaha yang akan kami lakukan memiliki kelayakan untuk direalisasikan sebesar 90%. Hal tersebut merujuk pada berbagai aspek yang kami tinjau untuk mengetahui usaha yang akan kami lakukan feasible atau tidak.
Disamping itu, era globalisasi yang menjadi tren baru dalam dunia ekonomi mengharuskan seseorang untuk mampu menggunakan teknologi yang terus berkembang seperti komputer. Karena apabila seseorang tidak memiliki kemampuan dalam bidang teknologi maka akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

BAB IV
PENUTUP
Dengan adanya lembaga kursus ini, kami mengharapkan semakin banyak siswa SMA yang tertarik untuk mempelajari Bahasa pemrograman komputer dalam mempersiapkan diri di era digital sekarang ini, di mana sumber daya TI banyak dibutuhkan (banyak peluang pekerjaan).



Follow us : 
Instagram : @merrytheovany
                   @edwardjehezkiel
                   @rheza_tedjo

Comments